subscribe: Posts | Comments

leader

Omset, Profit dan Aset

0 comments
Omset, Profit dan Aset

KhariVan Blog – Terkadang kita masih bingung dengan pengertian dari 3 (tiga) hal tersebut. Apa itu omset? Apa itu aset? dan Apa itu profit?. Dalam dunia bisnis ketiga hal tersebut sering sekali di dengar atau diucapkan. Ok, agar lebih jelasnya berikut kami sampaikan pengertian-pengertian dari ketiga hal tersebut.

Omset adalah pendapatan yang anda hasilkan dari penjualan produk/jasa yang anda tawarkan pada kurun waktu tertentu. Uang yang anda dapatkan tersebut belum dikurangi HPP dan biaya Expense. HPP adalah Harga Pokok Penjualan atau Harga Pokok Produksi. Biaya expense adalah gaji pegawai, tagihan listrik, biaya pasang iklan, pembeliaan perlengkapan kantor, dan lain sebagainya. Bisa dikatakan omset adalah pendapatan kotor yang dihasilkan usaha anda.

Profit adalah jumlah uang yang anda hasilkan dari penjualan dalam periode tertentu yang sudah dikurangi dengan HPP dan biaya Expense, sehingga rumus perhitungan profit = Hasil Penjualan – (HPP + Biaya Expense). Dengan kata lain, profit adalah keuntungan atau pendapatan bersih dari suatu usaha.

Profit merupakan bagian dari omset. Omset usaha tidak dapat sepenuhnya mewakili keberhasilan usaha. Anda bisa saja mendapatkan omset besar tetapi ternyata dengan memakan biaya operasional yang besar sehingga dari omset yang diperoleh anda hanya dapat memperoleh keuntungan yang kecil.

Namun pada sisi lain, bisa saja omset yang anda peroleh bernilai relatif kecil tetapi tidak membutuhkan banyak biaya operasional sehingga nilai keuntungan yang berhasil anda peroleh menjadi lebih besar.

Omset sendiri tidak hanya berupa uang (cash), karena omset sifatnya adalah semua pendapatan yang diperoleh maka piutang juga dapat dipertimbangkan dalam menilai profit dari keseluruhan omset, termasuk pula menilai kerugian piutang atau piutang yang tidak dibayar.

Aktiva atau Aset adalah kekayaan (sumber daya) yang dimiliki oleh entitas bisnis yang bisa diukur secara jelas menggunakan satuan uang serta sistem pengurutannya berdasar pada seberapa cepat perubahannya dikonversi menjadi satuan uang kas. Kekayaan perusahaan ini bisa berbentuk wujud fisik atau juga non fisik (hak) yang memiliki nilai. Misalnya sebuah perusahaan memiliki sebuah gedung dengan harga Rp. 100.000.000,- maka perusahaan tersebut mempunyai aset sebesar Rp. 100.000.000,-.

Dari penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa omset adalah pendapatan kotor dan profit adalah pendapatan bersih sedangkan aset adalah kekayaan perusahaan yang berbentuk fisik maupun non fisik dan dikonversi dalam rupiah.

Sumber Bacaan :

  1. zahiraccounting.com
  2. dokterbisnis.net
  3. pojokbisnis.com
  4. nichonotes.blogspot.co.id
Be Sociable, Share!
468 ad

Leave a Reply

*