subscribe: Posts | Comments

leader

Mengatasi Power Supply Yang Rusak

0 comments
Mengatasi Power Supply Yang Rusak

KhariVan Blog – Power supply adalah perangkat keras yang berfungsi untuk menyuplai tegangan langsung ke komponen dalam casing yang membutuhkan tegangan, misalnya motherboard, hardisk, kipas, dll. Input power supply berupa arus bolak-balik (AC) sehingga power supply harus mengubah tegangan AC menjadi DC (arus searah), karena hardware komputer hanya dapat beroperasi dengan arus DC. Power supply berupa kotak yang umumnya diletakan dibagian belakang atas casing.

Fungsi Power Supply pada komputer adalah sebagai perangkat keras yang memberikan atau menyuplai arus listrik yang sebelumnya diubah dari bentuk arus listrik yang berlawanan atau AC, menjadi arus listrik yang searah atau biasa disebut sebagai arus DC. Power supply menyuplai arus listrik DC yang dibutuhkan oleh perangkat keras di dalam komputer beberapa contoh hardware yang membutuhkan arus listrik DC adalah harddisk, fan, motherboard dan lain-lain. Power supply juga memiliki kenektor kabel yang masing-masing konektor kabel tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda yang sangat dibutuhkan oleh komputer pada saat ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa power supply merupakan perangkat keras yang sangat penting dalam mengoperasikan suatu komputer.

Menurut fungsinya tersebut maka power supply merupakan perangkat keras yang penting dalam komputer sehingga jika power supply mengalami masalah maka akan berdampak pada komputer yang tidak dapat hidup. Jika power supply mengalami masalah dapat kita tes dengan langkah-langkah sebagai berikut.

  1. Untuk  lebih  amannya  lepas  semua  kabel  konektor  power  supply  yang  terhubung  pada motherboard atau hardware lainnya (hardisk, optical drive, dll).
  2. Lakukan  pengetesan  konektor  pada  14  dan  pin  16  dengan  menggunakan  kawat  atau  kabel,
    caranya  hubungkan  kawat  atau  kabel  tadi  pada  konektor  yang  tersambung  warna  hijau  dan
    warna hitam.
  3. Jika power supply hidup maka kerusakan pada motherboard/prosessor. Jika power supply mati,
    maka  beryukurlah  yang  rusak  adalah  power  supply  nya  yang  harganya  jauh  lebih  murah
    daripada motherboard/processor.

Power  Supply  Komputer  merupakan  sumber  listrik  utama  yang  menyediakan  tegangan  +12V, -12V,  +5V, -5V,  dan  sinyal  POR  (Power  On  Reset)  untuk  mengaktifkan  motherboard.  Daya maksimal  yang  dapat  di  konsumsi  oleh  power  supply  ini  sekitar  200  watt  dengan  tegangan  masuk sebesar  220  V  AC  dari  PLN.  Dengan  efisiensi  yang  sangat  tinggi  power  supply  ini  sekitar  200  watt dapat  menyediakan  tegangan  sebesar  +5V  dengan  arus  sekitar  15  –  20  A  untuk  keperluan peralatan  digital  motherboard,  disk  drive,  hard  disk,  fan  prosessor,  CD-Rom  Drive  dan  card -card yang dimaksudkan pada slot motherboard.

Bila  beban  power  supply  berlebihan,  maka  komputer  akan  tidak  jalan  atau  bisa  berjalan  tetapi tidak  normal  terutama  pada  saat  kelistrikan  yang  di  butuhkan  meningkat sampai limit. Kerusakan  yang  sering  terjadi  ialah  akibat  beban  berlebihan,  tegangan masuk yang tidak stabil, sistem ground yang  tidak  baik,  dan  sebab-sebab  lain.  Gangguan  paling  fatal  untuk  untuk  power  supply  ialah  bila tidak  mengeluarkan  tegangan  sama  sekali,  walaupun  sudah  di  beri  tegangan  masuk  sesuai  dengan kebutuhan.  Cara  praktis  untuk  memperbaiki  power  supply  komputer  dapat  di  lakukan  sebagai berikut :

  1. Lepaskan  kotak  power  supply  dari  cassing  agar  memudahkan  memeriksa  rangkaian  elektronik dan  lepaskan  seluruh  kabel  dari  alat-alat  lain.  Bukalah  kotak  power  supply  sambil  memeriksa  fisik komponen  elektronik,  barangkali  ada yang terbakar dapat diketahui.
  2. Periksalah  FUSE  pada  masukkan  AC  220V  dari  sumber  listrik  luar,  lepaskan  FUSE  tersebut  dari soketnya  dan  ukur  hubungan  kawat  pengamannya  dengan  ohm-meter  pada  posisi  X1.  Jarum ohm-meter  harus  menunjukkan  nilai  sekitar  0  ohm,  yang  berarti  FUSE  tersebut  masih  baik. Jika  ohm-meter  menunjukkan  angka  yang  tak  terhingga,  berarti  FUSE  sudah  putus,  harus diganti  baru.  Jangan  melakukan  sambungan  kawat  pada  FUSE  yang  sudah  putus,  karena  batas arus  lelehnya  mungkin  akan  menjadi  lebih  besar  dan  akan  menyebabkan  kerusakan  bagian lain.
  3. Jika  FUSE  baik  atau  sudah  diganti  baru  tetapi  masih  juga  tidak  dapat  mengeluarkan  tegangan DC,  maka  lanjutkan  dengan  memeriksa  transistor  power  switching  2SC3039  (dua  buah)  yang bertugas  sebagai  kendali  catu  daya  secara  PWM.  Lepaskan  dua  transisitor  2SC3039  tersebut dari  PCB  dan  lakukan  pemeriksaan  kondisi  masing-masing  dengan  multimeter.  Bila  salah  satu  transistor rusak untuk menggantinya sebaiknya keduanya diganti dengan transistor  baru, agar karakteristiknya  terjamin  dan  simetris,  ketidakseimbangan  karateristik  dua  transistor  ini  menyebabkan  gangguan  stabilitas  tegangan  DC  yang  dikeluarkan power supply.
  4. Lepaskan diode brigde atau empat buah diode perata yang langsung meratakan arus listrik AC pada  bagian  masukkan,  periksalah  kondisi  diode  ini  dengan  multimeter.  Kadang  sering  terjadi salah  satu  diode-nya  bocor  atau  hubungan  singkat,  sehingga  arus  listrik  AC  ikut  masuk  ke rangkaian  switching  dan  melumpuhkan  power  supply  secara  keseluruhan  transistor  power akan  ikut rusak,  terbakar.  Bahkan  jika  tingkat  kebocoran  diode  ini ini  sangat  besar, maka  trafo switching  akan  meleleh,  kawatnya  terkelupas,  dan  terhubung  singkat,  kerusakan  ini  yang paling fatal.
  5. Periksa  juga  transistor  pembangkit  pulsa  “power  on  reset”,  juga  kapasisitor  dan  resistor  yang terdapat  pada  rangkaian  basis  transistor  tersebut.  Jika  rangkaian  transistor  ini  bekerja  dengan baik,  maka  seluruh  hasil  regulasi  tegangan  DC  akan  di  reset  oleh  pembangkit  PWM  dan akibatnya  power  supply  tidak  mengeluarkan  DC  sama  sekali.  Gantilah  transistor  baru  jika  dari pengetesan transistor POR ini ternyata rusak. Begitu juga apabila kapasitor di test akan kering, nilainya berubah, maka harus di ganti baru dengan nilai yang persis sama dengan sebelumnya.
  6. Karena  Power  Supply  komputer  umunya  bekerja  dengan  temperatur  yang  lebih  tinggi  dari suhu  ruangan,  maka  ada  kemungkinan  karena  panas  yang  berlebihan  menyebabkan  solderan  kaki-kaki  komponen  atau  kabel-kabel  ada  yang terlepas. Periksalah seluruh solderan pada PCB Power  Supply,  lebih  bagus  lagi  pastikan  hubungannya  di  perbaiki  dengan  jalan  di  solder  ulang dengan  timah  yang  lebih  lunak  (encer,  flux  60/40).  Sehingga  hubungan  kabel  atau  kaki komponen  yang  mungkin  longgar  dapat  di  jamin  bersambung  kembali  dan  umumnya  power supply akan dapat bekerja normal kembali.
  7. Komponen  aktif  yang  pengetesannya  tidak  dapat  di  lakukan  dengan  multimeter  adalah ICTL494  yang  bertugas  sebagai  pembangkit  PWM  untuk  mengendalikan  transistor  power switching  bekerja.  IC  ini  hanya  di  test  dengan  membandingkan  terhadap  IC  yang  normal  pada power  supply  yang  lain  yang  sejenis.  Pergunakan  soket  IC  yang  dicurigai  rusak  dengan  IC  pembanding  yang  masih  bagus.
  8. Bila  proses  pemeriksaan  dan  pergantian  komponen  yang  rusak  sudah  dilakukan  secara keseluruhan,  maka  cobalah  power  supply  dihidupkan  dengan  memasang  beban  berupa  disk drine  saja.  Periksalah  apakah  kipasnya  berputar,  ukur  tegangan  kabel  yang  berwarna  kuning (+12),  merah  (+5),  biru  (-5),  biru  (-12),  orange  (POR)  terhadap  kabel  warna  hitam  (ground). Bila  parameter  tegangan  pada  kabel-kabel  tersebut  sudah  benar,  matikan  power  supply  dan gantilah  bebannya  dengan  motherboard  atau  beban  lengkap  seperti  semula,  cobalah  sekali lagi.

Sumber :

  1. dudirudiawan8.wordpress.com
  2. dayaxe.blogspot.com
Be Sociable, Share!
468 ad

Leave a Reply

*